Apa kata pelancong tentang Kabupaten Asmat
"Kota yang terpencil dengan keindahan alam dan budaya unik"
Wajib dilihat- Taman Nasional Lorentz
- Ukiran kayu Asmat
- Hutan hujan tropis yang lebat
Wajib dicicipi- Ikan bakar
- Udang goreng
- Sagu
Tips lokal- Gunakan perahu sampan untuk berkeliling
- Bawa peralatan untuk mengamati burung
- Datang saat musim kemarau untuk lebih mudah berjalan
Cocok untuk- Pencinta alam
- Pencinta budaya
- Pelancong yang mencari pengalaman unik
Disintesis dari panduan id.wikivoyage.org (CC BY-SA 4.0) menggunakan model bahasa lokal. Konten dapat berisi ketidakakuratan β silakan koreksi via tips komunitas.
Panduan Wikivoyage

Asmat adalah sebuah kabupaten di barat daya Papua provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua.
Istilah Asmat mengacu pada orang Asmat dan wilayah yang mereka huni. Wilayah ini sangat luas dan tertutup hutan hujan primer dan hutan rawa sekitar 1,5 juta hektar. Bagian barat Asmat adalah bagian dari Taman Nasional Lorentz, Situs Warisan Dunia UNESCO.
Asmat terkenal akan budaya dan seni suku tradisional yang kaya dan dinamis serta keanekaragaman hayati yang signifikan secara global.
Pahami
250px|thumb|right|Desa Syuru di Agats, ibu kota Asmat
Wilayah Asmat terletak di provinsi Papua Indonesia (Barat Nugini). Daerah ini adalah rumah bagi orang Asmat, adalah kelompok etnis Nugini, yang memiliki salah satu tradisi ukiran kayu yang paling terkenal dan dinamis di Pasifik sehingga dicari oleh kolektor di seluruh dunia. Wilayah Asmat terletak di pantai barat daya pulau itu dan luasnya sekitar 19.000 kmΒ². Habitatnya meliputi hutan bakau, rawa pasang surut, rawa air tawar, dan hutan hujan dataran rendah. Tanah Asmat terletak di pedalaman dan berdekatan dengan Taman Nasional Lorentz, kawasan lindung terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Jumlah penduduk Asmat diperkirakan sekitar 70.000 jiwa. Istilah "Asmat" digunakan untuk menyebut orang dan wilayah yang mereka huni.
Ada sekitar 12 sub-wilayah Asmat: Joerat, Emari Ducur, Unir Siran, Unir Epmak, Bras, Bismam, Simai, Kenakap, Aramatak, Yupmakcain, Becumbub, dan Safan. Kota termasuk Agats.
Bicara
Orang Asmat berbicara dalam bahasa Indonesia dan Melayu Papua.
Menuju ke sini
Transit keluar-masuk wilayah Asmat yang paling mudah adalah melalui kota Timika di sebelah barat. Ada penerbangan pesawat semi-reguler dan kapal yang berangkat dari Timika ke Agats, kota utama, dan titik masuk.
Dengan pesawat
* {{Go
| name=Bandar Udara Ewer | alt= | url=| email=
| address= | lat=-5.496437 | long=138.079813 | directions=
| phone= | tollfree= | fax=
| hours= | price=
| wikipedia=Bandar Udara Ewer | image= | wikidata=
| content=Ada penerbangan dari Timika dengan naik Wings Air (anak perusahaan Lion Air).
}}
Berkeliling
Daerah Asmat adalah hutan hujan tropis yang lebat dan rawa-rawa, sehingga berjalan kaki sejauh apapun hampir mustahil. Semua transportasi antar desa memakai perahu sampan dengan motor tempel. Karena kenaikan biaya bahan bakar, harga naik perahu bisa sangat mahal.
Sumber: id.wikivoyage.org Β· Lisensi CC BY-SA 4.0